Pragmatis
Hari ini saya akan dukung si Bagong, itu juga kalau polling dia naik drastis. Tapi lihat dulu si Gareng, doi punya cara jitu meraih dukungan signifikan. Di Atas kertas sang incumbent Semar punya jaringan lembaga ilmuwan untuk memblow up ketenaran dan elektabilitas dirinya dimata rakyatnya.
Kita lihat saja nanti hasilnya pada tanggal 9. Partai kita atau partai mereka yang akan menang. Dari partai bawah menuju partai atas. Sepertinya pragmatis adalah hal yang paling strategis untuk meluluskan tujuan supernya. Pragmatis yang timbul dari lingkungan yang mereka ciptakan sendiri. Senjata mereka adalah tameng kita sendiri. Undang-undang yang mereka buat akhirnya mengelabui mereka sendiri.
Tapi ini semua adalah masalah etika, cara dan cita rasa strategi. Karena pragmatis adalah bagian dari strategi itu sendiri.
Menjajah Bangsa Sendiri
Bangsa ini tak pernah habis kesabarannya, melihat serumpunya melakukan kezhaliman yang besar terhadap dirinya. Objek meraka hanya untuk masa sesaat untuk menyedot kuat-kuat sari dan ampas negaranya. Hingga tulang-tulang rakyatnya terlihat jelas.
Bangsa ini harus membayar sampah begitu mahal untuk makan sepiring nasi aking. Negara ini penuh dengan gurita rentenir. Mau level besar atau level kecil. Masuk ke gang-gang sempit, seakan tak mau kelewatan utuk menyedot nyawa manusia-manusia kecil.
Kalau ada kebaikan dan perubahan volumenya kecil, saya beharap dukungan. Jangan terlalu pesimistis melihat penjajahan harga diri dan harga sandang pangan. Kalau perlu kita angkat senjata kita untuk melawan bangsa kita sendiri. Tapi hari ini saya tak mau menyebut mereka warga negara RI. Tapi saya ingin menyebut mereka pencuri, pembunuh, penipu kelas kacangan dengan bungkus plastik mall-mall kelas atas.
Jump
Saya lebih menyukai dunia seni atau olahraga ketimbang memikirkan bagaimana membuat anggaran tahunan dan melihat berita ekonomi siang dan malam sampai mata sepet ngeliatnya hanya untuk melihat nilai saham naik atau turun atau kurs rupiah kegencet lagi apa nggak. Emang sih ada pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, saya setuju. Siapa tahu dunia yang tak saya sukai ternyata bisa saya sukai. Namun, saya akan mulai dari hal-hal yang saya sukai lebih dahulu. Itu sama seperti mengerjakan ujian, dimulai dengan hal yang paling mudah. Baca entri selengkapnya »
Lelah
kita bukan malaikat tapi manusia yang lemah
saat2 kelemahan itulah sisi manusiawi tampak
kelemahan dan kesedihan itu adalah keistimewaan hidup
karena dengan itu ia akan menemukan sandarannya.hidup itu punya dua hari
satu hari kesengsaraan dan satu hari kebahagiaan
dan dua2nya untuk kita
satu untuk sabar satu untuk bersyuukur
“Ueenak” kalau Jakarta Hari Ini
Yang pastinya enak banget dah…kalau mau berpergian ke Jakarta hari ini. Tidak seperti biasanya kalau hari-hari kerja saya bisa menghabiskan waktu sekitar dua setengah jam menempuh perjalanan dari Curug ke Gatot Subroto Jakarta. Tapi kali ini hanya memerlukan waktu sektitar 1 jam-an. Udah mobil sepi penumpang, dapet duduk pula.
Yang pasti hari ini saya ingin mengatakan Ueenak banget kalau jalan di Hari Senin hari ini.